Digugat Oleh Anak Kandung Karna Warisan

Category : Bisnis

Caraku.net – Gina Rinehart merupakan pewaris tunggal dari keluarga terkaya di australia, warisan itu berupa seluruh kekayaan termasuk perusahaan tambang yang telah sukses dikelola sang ayah. Namun disini yang menjadi masalah Gina Rinehart tak mau sedikitpun mewariskan harta kekayaan yang didapatnya ke anak anaknya.

Salah satu wanita terkaya di negara australia ini tercatat memiliki harta kekayaan hingga US$ 15,2 milyar. Namun uniknya dia sedikitpun tak mau mewarisi harta dan perusahaannya itu ke 4 anaknya yang sebenarnya sudah siap menggantikannya.

Menurutnya tak ada satupun dari anaknya yang sanggup mengelola bisnis yang sedang dikelolanya sekarang, inilah kondisi dimana membuat rinehart masuk kedalam skandal perebutan harta & kekuasaan dengan ke tiga anaknya, sedangkan anak yang satunya (si bungsu) hanya mampu mengikuti kemauan ibunya saja. Bagaimanakah kisah perebutan harta keluarga ini ? Mari kita ulas.

084781200_1416567683-Gina_Rinehart_2

Wanita kelahiran 9 februari 1954 ini memiliki nama lengkap Georgina Hope Hancock, merupakan anak dari Hancock yaitu pengusaha baja terpenting di kawasannya saat rinehart dilahirkan.

Tambang biji besi yang dibuat serta dikelola oleh ayahnya mampu membuat status keluarga rinehart memiliki banyak kekayaan dalam jumlah sangat besar, karena rinehart adalah anak tunggal maka semua yang dimiliki oleh ayahnya diwariskanlah ke rinehart termasuk perusahaan tambang biji besi tersebut (bernama hancock prospecting, terletak di perth australia).

Rinehart menjadi pewaris dan mendapatkan julukan ratu perdagangan biji besi dunia, wanita yang telah berumur 60 tahun ini bertugas mengendalikan perusahaan hancock prospecting karena jabatannya yaitu pimpinan eksekutif.

Bukan cuma itu, setelah dikelola oleh rinehart perusahaan itu pun maju pesat dan telah merambah ke pertambangan gas & minyak, tentu hal ini menjadi pemasukkan tambahan uang sangat besar dan membuat harta kekayaan rinehart tak kunjung habis.

Namun kendalanya rinehart tak memiliki niat sedikitpun mewarisi hartanya pada semua anak anaknya, dari berbagai dokumen resmi diketahui kalau rinehart belum bisa mempercayai anak anaknya untuk mengelola bisnis keluarga tersebut. Rinehart pun menganggap semua anaknya tidak mampu mengurus semua harta yang dimiliki keluarganya.

Alhasil, keputusannya tersebut malah menjafi cambuk untuknya, terjadilah perseteruan antara ibu & anak, ketiga anak kandungnya tersebut tidak terima karena menurut anaknya harta tersebutpun adalah hasil warisan dari kakeknya untuk cucunya juga & bukan cuma untuk rinehart semata.

Skandal tersebut terekam pada email ke tiga anaknya tepatnya pada 3 september 2011 lalu. Dan beberapa hari sebelum hari ulang tahun anak bungsunya, rinehart pun membalas email dari kakak kakaknya. Dalam email itu sang ibu mengatakan tidak akan memberikan sedikitpun harta kekayaannya dan dia akan mengurus harta warisan ayahnya hingga 2068, ini berarti rinehart tidak akan melepasnya sebelum berusia 114 tahun.

Sangat berbeda dengan ketiga kakaknya, sibungsu sangatlah tunduk dan patuh kepada ibunya, banyak yang mengira kalau sibungsu inilah nantinya yang akan mewarisi semua harta tersebut. Namun ketiga kakaknya terutama john langley (hayward) hancock selalu anak pertama tak pernah berhenti menuntut apa yang harus menjadi hak nya, karena menurutnya sang kakek juga mewarisi harta tersebut untuk cucu cucunya.

Namun dikabarkan pada oktober 2013, hati rinehart mulai melunak, ini ditandai dengan tawarannya kepada kedua anaknya untuk menyerahkan posisi manajemen perusahaan tambang itu, langkah tersebut dilakukan rinehart karena ingin mengakhiri perdebatan serta gugatan yang terus disodorkan oleh anaknya.