Ingin Anak Anda Pintar dan Berkreasi ? Biarkan Dia Gagal

Category : Kesehatan
Ingin Anak Anda Pintar dan Berkreasi ? Biarkan Dia Gagal
5 (100%) 10 votes

Semua orang tua menginginkan anaknya tumbuh dengan sempurna. Keinginan tersebut merupakan naluri alamiah setiap orang tua. Namun, tak jarang orang tua memberi kemudahan-kemudahan kepada anak mereka demi tercapainya sesuatu yang menjadi keinginan, baik anak maupun orang tua sendiri. Keinginan atau cita-cita tentang keberhasilan bisa tentang prestasinya di sekolah, dalam olahraga, dalam mendalami bakat, atau dalam kehidupan.

Semua orang tua menginginkan anaknya berhasil. Namun, perlu diketahui bahwa kita juga harus mengajarkan pada anak tentang ‘kegagalan’. Bukan untuk menghambat keinginan anak, namun untuk mengajarkan pada anak tentang arti perjuangan. Akibatnya, anak-anak nantinya hanya mau tahu tentang hasil, tidak akan menghargai sebuah proses. Maka, rasa simpati dan empatinya akan hilang. Mereka tidak akan peka terhadap lingkungannya.

Poin penting:

  • Sebagai orang tua, kita memberikan banyak barang, namun tidak memberikan banyak perspektif.
  • Sebagai pendidik, kita menyekolahkan mereka ke banyak sekolah dan tempat bimbel, namun tidak mengajarkan tentang keahlian.
  • Sebagai pelatih, kita mengajarkan mereka cara memenangkan pertandingan, namun tidak mengajarkan cara untuk memenangkan kehidupan.
  • Sebagai pekerja (pelayan) anak muda, kita menyediakan banyak penjelasan, namun tidak mengajarkan cukup pengalaman.
  • Sebagai atasan, kita membimbing mereka dalam hal untung rugi, namun tidak menunjukkan pada mereka cara mengambil keuntungan lewat kerugian.

Wahai para orang tua, sesekali biarkan anak-anak untuk ‘gagal’, sebab menghilangkan kemungkinan gagal melemahkan motivasi untuk berhasil. Biarkan anak terjatuh untuk belajar bangkit kembali. Salah satu ilustrasinya, sebuah penelitian di New York, Amerika, mempertanyakan faedah tempat bermain yang mengutamakan keselamatan. Sekalipun anak-anak akan lebih sedikit mengalami cedera fisik, tempat-tempat bermain seperti ini dapat menghambat perkembangan emosional, meninggalkan kecemasan dan ketakutan dalam diri anak. Hal ini jauh lebih penting daripada cedera fisik yang dialami anak. Bukan untuk menyepelekannya, namun efek psikis jauh lebih berpengaruh daripada fisik.

Ingin Anak Anda Pintar dan Berkreasi ? Biarkan Dia Gagal

Ingin Anak Anda Pintar dan Berkreasi ? Biarkan Dia Gagal

Lantas apa manfaatnya jika kita membiarkan anak ‘gagal’ ?

[sociallocker]

Kegagalan dapat menciptakan daya lenting (resilence)

Ketika, seorang murid menyadari bahwa kegagalan bukan hal yang fatal, anak akan membangun dirinya untuk menerima kegagalan tersebut.

Kegagalan dapat memaksa kita untuk mengevaluasi

Saat kegagalan terjadi, anak dapat diajarkan untuk melihat apa yang terjadi. Dengan begitu, mereka akan tahu apa yang harus mereka lakukan agar kegagalan tidak terjadi lagi.

Kegagalan dapat memotivasi kita untuk berprestasi lebih baik

Jika seorang anak tumbuh dalam lingkungan yang aman untuk gagal, sesungguhnya itu akan menjadi motivasi, bukan keputusasaan. Kegagalan memberi stimulasi untuk mencoba lagi.

 Kegagalan mendorong kreativitas dan penemuan

Telah banyak bukti bahwa kegagalan-kegagalan akan mendatangkan penemuan, contohnya: Thomas Alfa Edison berhasil menemukan bohlam lampu setelah beribu kali percobaan.

Kegagalan dapat menumbuhkan kedewasaan

Dari kegagalan, kedewasaan akan tumbuh. Kedewasaan yang sebenarnya terjadi jika kegagalan disikapi dengan benar. Anak-anak yang pernah gagal akan merasakan kesabaran, empati, pengorbanan, atau keuletan, jika menganggap kegagalan sebagai teman.

[/sociallocker]

Anak-anak juga perlu mengambil resiko dan mengatasi rasa takutnya. Sebagai orang tua, bantulah mereka membangun otot-otot emosional yang sanggup menanggung kegagalan. Biarkan mereka tahu lewat pengalaman bahwa masih ada kehidupan setelah kegagalan.

loading...