Menkeu Sri Mulyani: Semua Negara Itu Punya Utang, Termasuk Indonesia

Category : Bisnis

Inilah 5 Guru Paling Cantik Di Dunia, No. 5 Bikin Kagum Baca Berita Selengkapnya

Menkeu Sri Mulyani: Semua Negara Itu Punya Utang, Termasuk Indonesia
Berikan Rating Untuk Artikel Ini
Menkeu Sri Mulyani

Menkeu Sri Mulyani

Portalremaja.co.id – Utang luar negeri Indonesia menginjak angka Rp3.706,52 triliun pada Juni 2017. Angka ini meningkat dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp3.196 triliun.

Menanggapi hal tersebut Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, utang luar negeri yang dimiliki negara adalah lumrah. Ia menyampaikan, dari 192 negara hanya ada dua negara yang tidak memiliki utang.

“Ada dua negara yang tidak punya utang, Itu pun negara kecil. Negera pusat perjuangan. Jadi semua negara punya utang,” kata Sri Mulyani di Hotel Sultan, Jakarta Selatan, Minggu 27 Agustus 2017.

Sri menyampaikan masyarakat tak perlu berlebihan menanggapi isu soal utang Indonesia. Ia meyakinkan masyarakat bahwa pemerintah mengelola uang tersebut dengan hati-hati.

“Utang dikelola hati-hati. Kita enggak boleh sembrono. Tapi kalian juga enggak perlu takut yang berlebihan,” ucapnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menuturkan, utang digunakan untuk membangun infrastruktur di Indonesia. Mulai dari jalan raya, penerangan, hingga fasilitas publik.

Sementara itu, Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menegaskan bahwa total utang yang saat ini berjumlah sekitar Rp3.700 triliun bukan merupakan utang yang dibuat oleh Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Soal utang ‘wah ini Pemerintahan Jokowi utangnya banyak’. Eh nanti dulu, itu bukannya utang (yang dibuat oleh) Pemerintahan Jokowi yang Rp3.700 triliun,” tegas Darmin, di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa 8 Agustus 2017.

Dia menjelaskan, pada saat Presiden Jokowi dilantik, utang pemerintah sudah mencapai level sekitar Rp2.700 triliun. Utang tersebut merupakan utang pada masa pemerintahan sebelumnya. Dalam tiga tahun di masa Pemerintahan Jokowi, kata Darmin, bunga cicilan utang bisa mencapai Rp700 triliun.

Artinya, seandainya Pemerintahan Jokowi tidak menambah utang baru maka utang saat ini sudah ada pada level saat ini, karena adanya tambahan dari bunga utang. Apalagi, Mantan Gubernur Bank Indonesia ini menambahkan, utang yang saat ini digunakan guna membiayai proyek infrastruktur yang tak bisa didanai dari duit negara.

“Jadi jangan dianggap kemudian Rp3.700 itu utang yang dibuat oleh Pemerintahan Jokowi, waktu pemerintahan ini naik sudah Rp2.700 itu. Kalau enggak bikin apa-apa pasti bunganya akan naik. sekarang mau yang mana? Mau enggak bikin apa-apa, atau Rp3.700 ada pembangunan banyak?,” tanya Darmin.

 

loading...
susi

Author: 

Menulis adalah kesenangan saya, saya merupakan kontributor yang mengandalkan fakta yang aktual dan berita terpanas yang sedang heboh saat ini.