Sekolah 8 Jam Tuai Banyak Kritikan, Ini Tanggapan Mendikbud

Category : Berita Hot
Ingin Belanja Online Dengan Sistem Kredit TANPA KARTU KREDIT bunga 0% ? Kredivo Solusinya

>> KLIK DISINI UNTUK TAHU RAHASIANYA <<

Program Penguat Pendidikan Karakter (PPK) yang dibuat oleh pemerintah menimbulkan banyak sekali kritikan dan penolakan oleh berbagai pihak. Muhadjir Effendy selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengungkapkan hal itu bisa saja terjadi karna kurangnya pemahanan terkait program tersebut secara menyeluruh.

“Ya mungkin karena informasi tidak lengkap. Karena kan peraturan pemerintah tentang beban kerja guru sebagai dasar untuk pemberlakuan 5 hari sekolah itu dari peraturan pemerintah yang nomor 19 tahun 2017 itu,” tutur Muhadjir di Hotel Ciputra sebagaimana yang kami kutip dari laman Detik.com, Rabu (14/6/2017),

Sumber : Detik.com

Ia menuturkan kalau program itu memang butuh waktu agar bisa dipahami secara menyeluruh. “Apalagi untuk peraturan menteri yang mengatur soal lima hari sekolah itu juga baru dikeluarkan tadi pagi. Jadi mungkin ya informasi (yang diterima oleh banyak pihak) belum (lengkap),” lanjutnya.

Jadi, Muhadjir berharap untuk semua pihak yang terkait cobalah terlebih dahulu memahami program tersebut agar nantinya bisa diterima.

“Saya mengira ya mudah-mudahan kalau nanti mereka (pihak terkait) sudah membaca peraturan pemerintah itu dan juga Peraturan Menteri paling tidak ada persepsi yang berbeda lah,” lanjutnya.

Ia juga membantah istilah full day yang diartikan orang pada program tersebut. Menurutnya PPK akan berbeda dengan full day.

“Beda sekali dengan full day. Memang ada salah satu model dari penguatan karakter yang berbasis full day, itu ada. Sebagian besar malah bagi sekolah-sekolah yang memang sudah bagus, tapi sebetulnya itu bukan itu. Full day itu kan nama yang digunakan untuk jenis sekolah tertentu sebetulnya,” sebutnya.

“Tapi kita bukan itu. Jadi namanya PPK yang seperti saya sebutkan tadi. Jadi berbasis pada kurikulum yang diperluas dan pendekatannya dengan student active learning. Jadi didorong aktivitas anak-anak termasuk ekstra kurikuler,” tutupnya saat itu.