Sering Melakukan 7 Kebiasaan Ini? Fikir Lagi, Kebiasaan Ini Bisa Membunuh Anda

Category : Kesehatan

Inilah 5 Guru Paling Cantik Di Dunia, No. 5 Bikin Kagum Baca Berita Selengkapnya

Sering Melakukan 7 Kebiasaan Ini? Fikir Lagi, Kebiasaan Ini Bisa Membunuh Anda
5 (100%) 2 votes

Portalremaja.co.id – Tidak semua yang dianggap “sehat” tidak berbahaya. Pekan lalu seorang binaragawan berusia 25 tahun dari Australia, Meegan Hefford, meninggal karena overdosis protein, setelah ia mengonsumsi suplemen pembentuk otot secera berlebih.

“Bagi sebagian besar orang, suplemen protein tidak berbahaya, dan sangat jarang terjadi overdosis,” kata Dr. Mehmet Oz, yang menegaskan bahwa Hefford ternyata juga mengalami gangguan siklus urea, yang menurunkan kemampuan tubuh untuk memetabolisme protein.

Kelompok berisiko lainnya, menurut Oz, adalah “orang-orang dengan penyakit ginjal dan individu yang meningkatkan asupan protein dengan cepat.” Karena itu kelompok ini harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen protein.

Berikut adalah kebiasaan yang terlihat sehat, namun memiliki bahaya tak terduga:

Baca juga : Stop Kerokan! Ini 7 Dampak Negatif Kerokan Yang Bisa Membunuh Anda, Ngeri!

1. Minum terlalu banyak air

Minum terlalu banyak air

Minum terlalu banyak air

Pada tahun 2007, Jennifer Strange yang berusia 28 tahun meninggal karena keracunan air setelah berpartisipasi dalam sebuah kontes radio yang meminta para peserta meminum air sebanyak-banyaknya untuk memenangkan sebuah konsol video-game.

“Tubuh memiliki kapasitas yang besar untuk mengeluarkan air yang Anda minum, tapi ini bukan untuk asupan yang tidak terbatas,” kata ahli hidrasi Dr. Stanley Goldfarb, seorang profesor kedokteran di University of Pennsylvania.

Kemampuan tubuh untuk menangani asupan cairan yang sangat banyak itu hanya sekitar satu jam sebelum tingkat natrium mulai menurun dan mengakibatkan cedera otak.

Goldfarb memperingatkan bahwa pelari marathon—yang kehilangan elektrolit dan sodium selama kompetisi—dapat beresiko jika mereka mengalami overhidrasi setelah mereka melewati garis finish.

2. Berolahraga terlalu intensif

Berolahraga terlalu intensif

Berolahraga terlalu intensif

Dr David Greuner, salah satu pendiri NYC Surgical Associates, melihat ada peningkatan pasien yang dirawat karena rhabdomyolysis, yang menyebabkan kerusakan otot rangka, karena meningkatnya latihan olahraga terlalu ekstrim.

“Sekarang semua orang meningkatkan intensitas pada semua hal,” katanya. Greuner sendiri mengaku pernah mengalami muntah-muntah setelah mengikuti latihan yang sulit.

Mereka yang benar-benar mengeluarkan tenagas terlalu keras kemungkinan akan menderita kondisi ini—bahkan dalam kasus ekstrim—dapat menyebabkan gagal ginjal dan jantung karena pelepasan potasium dalam darah.

Greuner menganjurkan agar orang secara bertahap membangun intensitas aktivitas olahraga dan mengonsumsi cukup kalori sebelum berolahraga untuk menghindari resiko tersebut.

Baca juga : Ingin Jadi Playboy? 10 Kelakuan Kecil Ini Bisa Bikin Cewek Baper Lho!

3. Mengonsumsi kunyit

Mengonsumsi kunyit

Mengonsumsi kunyit

Seorang wanita California berusia 30 tahun, Jade Erick, meninggal dunia setelah diberi obat kunyit melalui infus awal tahun ini. Meskipun ada data yang mendukung efek terapeutik kurkumin, komponen kimia utama dalam kunyit, tapi ada ragam hal yang bisa berakibat fatal, kata Dr. Tania Dempsey dari Armonk Integrative Medicine.

“Bagi individu tertentu, kurkumin dapat dirasakan oleh sistem kekebalan tubuh sebagai sesuatu yang asing, dan saat berusaha untuk melawan bisa mengakibatkan reaksi berbahaya di tubuh mereka, yang berpotensi menyebabkan anafilaksis,” kata Dempsey.

Ia menambahkan, reaksi anafilaksis ini berpotensi terjadi dalam pengobatan, ramuan atau suplemen apapun.

“Penting bagi pasien untuk menyadari potensi reaktifitasnya dan bagi dokter untuk mengajukan pertanyaan yang tepat sebelum meresepkan atau merekomendasikan perawatan tertentu.”

4. Mengkonsumsi terlalu banyak biji rami

Mengkonsumsi terlalu banyak biji rami

Mengkonsumsi terlalu banyak biji rami

Rami sudah terkenal dengan kandungan antioksidannya, namun “memakan dalam jumlah banyak … atau rami yang tidak diproses dengan baik bisa berbahaya,” kata Dempsey.

“Ada senyawa yang ditemukan di biji rami yang bisa diubah oleh tubuh menjadi turunan sianida. Efek samping beresiko dari konsumsi sianida meliputi neuropati dan retardasi pertumbuhan pada anak-anak, dan keracunan sianida dapat menyebabkan kematian pada kasus yang parah.”

5. Gonta-ganti produk kecantikan

Gonta-ganti produk kecantikan

Gonta-ganti produk kecantikan

Menurut Jody Levine, MD, dermatolog di New York City, menuturkan bahwa perempuan lebih cepat bosan pada produk perawatan kulit yang mereka pakai, khususnya pada saat tidak ada perubahan yang terjadi. Perubahan tersebut akan tampak setelah enam hingga delapan minggu. Menurutnya, apabila Anda kerap gonta-ganti produk perawatan kulit, maka hal tersebut dapat membuat kulit menjadi merah, terjadi peradangan, dan semakin sensitif.

Baca juga : Duh Nggak Mood Diranjang Ya? Coba Deh Konsumsi 7 Makanan Ini, Dijamin Bergairah Lagi

6. Mengenakan sandal jepit

Mengenakan sandal jepit

Mengenakan sandal jepit

Tidak hanya sepatu high heels yang bisa berefek negativ bagi kesehatan kaki, namun sandal jepit juga. Seorang ahli penyakit kaki dan ahli bedah kaki di Boston, Jordana Szpiro, DPM, menjelaskan bahwa sandal jepit tidak kontributif pada struktural kaki. hal tersebut bisa mengakibatkan patah tulang sebab kaki menjadi kaku pada saat mereka berusaha untuk menyangga berat badan yang berlebih.

7. Melewatkan Jam Makan

Melewatkan jam makan

Melewatkan jam makan

Trik agar bisa mengurangi berat badan yaitu dengan menurunkan porsi makan. Hal tersebut memang betul, akan tetapi banyak orang yang tidak benar menanggapinya. Orang berupaya tidak memakan apa-apa agar berat badannya segera berkurang. Direktur medis asosiasi di Pritikin Longevity Center dan Spa di Miami, Danine Fruge, MD, menerangkan bahwa apabila Anda mengerjakan hal tersebut, Anda justru dapat terserang ngidam dan menyebabkan Anda makan dengan porsi lebih.

loading...

Author: 

Saya pemilik dan pembuat web portalremaja.co.id berasal dari palembang newbie yang baru saja terjun ke dunia internet marketing sejak 2011 hingga sekarang, berbagi adalah salah satu keharusan dalam hidup saya.