Stop Kerokan! Ini 7 Dampak Negatif Kerokan Yang Bisa Membunuh Anda, Ngeri!

Category : Kesehatan

Inilah 5 Guru Paling Cantik Di Dunia, No. 5 Bikin Kagum Baca Berita Selengkapnya

Stop Kerokan! Ini 7 Dampak Negatif Kerokan Yang Bisa Membunuh Anda, Ngeri!
5 (100%) 1 vote
Stop Kerokan! Ini 7 Dampak Negatif Kerokan Yang Bisa Membunuh Anda, Ngeri!

Stop Kerokan! Ini 7 Dampak Negatif Kerokan Yang Bisa Membunuh Anda, Ngeri!

Selama ini kerokan sudah dianggap masyarakat Indonesia mampu meredakan berbagai macam penyakit ringan seperti masuk angin, pusing dan pegal-pegal. Lantas, amankah melakukan kerokan?

Kerokan adalah salah satu pengobatan tradisional asli dari Indonesia yang banyak digunakan oleh orang Bali dan Jawa ratusan tahun yang lalu. Kerokan dilakukan dengan cara mengoleskan balsem pada bagian tubuh lalu menggosok dengan koin atau batu giok hingga kulit berwarna merah.

Sebagaimana yang dilansir solopos.com (03/01/2017) dari Thejavajive.com, bagian tubuh yang biasanya sering dikerok yaitu punggung. Pasalnya pada bagian tersebut terdapat jaringan pembuluh darah yang sangat banyak. Yang dimana bagian tubuh tersebut memiliki banyak pembuluh darah bila digesek akan mengalami peradangan yang menyebabkan pelebaran pembuluh darah.

Berikut 4 bahaya kesehatan bila sering kerokan, dikutip dari tren.co.id (16/09/2015) dan okezone.com (27/06/2009).

1. Pori-pori melebar setelah dikerok

Kerokan membuat pori-pori kulit melebar dan terbuka setelah dikerok. Apabila pori-pori sudah terbuka maka akan memudahkan virus dan bakteri masuk ke dalam tubuh. Bahkan lebih parahnya pelebaran pori-pori seperti virus dan bakteri bisa menjalar ke pembuluh darah.

2. Kecanduan

Kecanduan atau ketagihan ingin dikerok terus merupakan masalah kedua yang Anda rasakan bila sering kerokan. Hal tersebut disebabkan, ketika masuk angin sedikit-sedikit minta dikerokin. Rasa nyaman dan hangat saat kerokan akan membuat kita ketagihan.

3. Memicu stroke

Pasti Anda tidak percaya akan hal ini bahwa kerokan bisa memicu stroke. Hal tersebut bisa terjadi karena setelah direok bisa membuka peredaran darah dan melebarnya terlalu luas akan membuat pembuluh darah akan pecah dan hal tersebut akan memicu risiko penyakit stroke.

4. Merangsang kontraksi dini

Masalah yang terjadi adalah reaksi terhadap inflamasi tubuh yang akan dikeluarkan oleh mediator anti inflamasi dan mengeluarkan zat yang disebut cytokines yaitu sel yang membantu menguatkan sistem kekebalan tubuh ketika virus menyerang tubuh.

Kandungan zat tersebut akan merangsang atau memicu pelepasan prostaglandin, yakni zat yang bisa sebabkan kontraksi pada rahim. Bila dilakukan pada ibu yang sedang hamil dikhawatirkan bisa terjadi persalinan dini.

Kerokan dibagian tubuh mana saja reaksinya sama saja yaitu akan menyebabkan efek lokal dengan manifestasi sistemik. Oleh karena itu, disarankan agar tidak melakukan kerokan saat hamil karena reaksi dari inflamasinya bisa sebabkan terjadinya kontraksi dini. Memang efeknya tidak ke janin secara langsung, namun risiko persalinan prematur lah yang perlu dikhawatirkan.

5. Memperparah masuk angin

Pada kondisi tertentu, kerokan bisa saja memperparah kondisi. Bukannya sembuh, masuk angin malah makin parah, hingga mual dan muntah.

Ini biasa terjadi ketika kondisi masuk angin yang terlalu parah, ditambah lagi bau minyak (balsem) untuk kerokan yg mengganggu.

6. Iritasi Pada Kulit

Adanya iritasi kulit karena terjadi gesekan pada sel tanduk kulit. Jika dilakukan tidak terlalu sering, hal ini tidak menggangu, namun jika terjadi berulang kali maka kulit akan terkikis. Padahal diketahui bahwa kulit berfugsi sebagai barrier pertama tubuh untuk mencegah masuknya kuman ke dalam tubuh.

7. Pecahnya Pembuluh Darah

Terjadi tekanan yang keras pada kapiler darah dimana dapat terjadi pecahnya pembuluh darah kecil dibawah lapisan kulit paling atas. Tidak sedikit saat kerokan terjadi kulit yang merah bahkan ada perdarahan kecil. Bahkan pada beberapa individu bahkan terjadi biru atau ungu karena pecahnya kapiler darah yang berukuran lebih besar.

Nah, itulah beberapa bahaya bila terlalu sering kerokan. Kerokan sekali-kali tidak apa-apa, yang membahayan bila dilakukan terlalu sering dan tidak dianjurkan bagi wanita hamil.

loading...
inara putri

Author: